


Vernacular Architecture
Vernacular Architecture - Indonesia
Gendered Spaces | Gendered Spaces |
|
|
|
| Written by Sri Puji Astuti | |
| Saturday, 04 October 2008 | |
GENDERED SPACES PADA ARSITEKTUR VERNAKULAR INDONESIA (Studi Kasus Rumah Tinggal Tradisional Masyarakat Bali, Atoni, dan Minangkabau)AbstrakDalam konteks sosial budaya, seringkali isu gender seolah-olah semata-mata hanya merujuk pada perbedaan jenis kelamin. Perbedaan jenis kelamin ini seolah-olah menjadi batas bagi perbedaan tugas-tugas pada masing-masing jenis kelamin tersebut. Sehingga yang terjadi sekarang, munculnya fenomena-fenomena perjuangan persamaan hak bagi jenis kelamin yang merasa hak-haknya dikalahkan. Dalam dunia arsitektur vernakular Indonesia – dimana wujud arsitektur terbentuk bukan oleh sentuhan ahli (arsitek) secara akademik, ternyata sudah mengakomodasi tentang gender dalam organisasi ruangnya. Pembagian organisasi ruang tersebut memunculkan gendered spaces, yang mengacu pada hubungan kerjasama antara pria dan wanita dalam sebuah organisasi yang dinamakan hunian/rumah tinggal/rumah tangga. Tugas-tugas pria dan wanita dalam rumah tangga – tentu saja, adalah untuk saling melengkapi, tidak untuk saling mengalahkan atau menindas. Dalam kesederhanaan pola pikir yang dimiliki oleh masyarakat tradisional pada waktu itu ternyata sudah terpikirkan kebijakan untuk membagi peran masing-masing jenis kelamin berdasarkan fungsi sosial, bukan semata karena perbedaan jenis kelamin. Kearifan organisasi ruang dalam arsitektur vernakular Indonesia ini dapat menjadi cermin bagi kita sebagai masyarakat modern, bahwa perbedaan tugas berdasar jenis kelamin bukanlah untuk saling membatasi. Adanya perbedaan tugas tersebut adalah untuk saling melengkapi, sebagaimana jari-jemari tangan kanan dan kiri ketika bertaut. Kata Kunci: gender, rumah tinggal, organisasi ruang, arsitektur vernakular |
|
| Last Updated ( Wednesday, 08 October 2008 ) |
| < Prev | Next > |
|---|