|
Arsitektur Venakular - Mahluk Apa Itu? |
|
|
|
|
Written by Purnama Salura
|
|
Wednesday, 08 October 2008 |
Bagi yang baru saja mendengar kata vernakular, saya sarankan untuk langsung membuka dahulu bagian akhir tulisan singkat ini. Disana akan anda temukan beberapa istilah terkait yang dilengkapi interpretasi arti katanya.Cerita PembukaKetika menghadiri sebuah seminar internasional tentang arsitektur vernakular beberapa tahun yang lalu, simpanan pengetahuan saya tentang topik itu nyaris tak punya. Kemudian ketika sesi tanya jawab dimulai, Wah... leganya hati ini, hampir sebagian besar peserta menanyakan dan meminta penjelasan seputar pemahaman arti arsitektur vernakular. Rupanya tidak hanya saya saja yang buta-paham tentang topik tersebut. Kejadian seperti digambarkan di atas, ternyata berulang kembali pada saat menghadiri simposium nasional arsitektur vernakular beberapa tahun sesudahnya. Pada saat itu salah seorang peserta angkat bicara memberi kritik-masukan : "Sebaiknya panitia menjelaskan arti arsitektur vernakular terlebih dahulu". Padahal ketika saya buka kembali leaflet yang disebarkan jauh sebelum simposium berlangsung, disitu pemahaman tentang topik arsitektur vernakular telah diuraikan secara singkat. |
|
Last Updated ( Wednesday, 08 October 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by David Hutama
|
|
Monday, 06 October 2008 |
Peran Warung dalam Pembentukan Ruang Khalayak di Kota Gede, Yogyakarta1AbstrakKota Gede adalah salah satu kota tua di Jawa. Kota ini dikenal karena sangat erat dengan sejarah kelahiran kerajaan Mataram Islam. Konon pola tradisional ruang kekuasaan Jawa (alun-alun, Mesjid, dan keraton) dirintis dari kota ini. Kontrasnya, Kota Gede juga dikenal sebagai kota yang hidupnya dari kegiatan berdagang dan bukan pertanian seperti layaknya kota-kota di pedalaman Jawa. Van Mook dalam tulisannya "Kota Gede" mencatat hampir 70% dari penduduk di kota ini mempunyai pekerjaan yang berkaitan dengan perdagangan. |
|
Last Updated ( Wednesday, 08 October 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Anindhita N. Sunartio
|
|
Monday, 06 October 2008 |
Akulturasi dalam Keragaman Arsitektur Rumah Nias Abstrak Nias adalah salah satu kepulauan di ujung Barat Indonesia dengan pulau terbesarnya adalah pulau Nias. Memiliki karakter alam yang indah dan menjadi daerah tujuan wisata budaya, pulau Nias dikenal dengan kekayaan kultur megalitiknya. Berbagai bentuk batu megalit yang diukir dan didirikan di depan rumah mengekspresikan pesan dan mengabadikan peristiwa tertentu. Keragaman dan keunikan arsitektur pulau Nias juga dikagumi karena budaya arsitekturnya yang tinggi. Arsitektur hunian vernakular di Pulau Nias selama berabad-abad telah memperlihatkan kekayaan budaya suku bangsa Nias, sekaligus memperlihatkan keterkaitan yang erat antara masyarakat dengan lingkungan sekitar mereka. |
|
Last Updated ( Wednesday, 08 October 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Lintu Tulistyantoro
|
|
Monday, 06 October 2008 |
Komplek Makam Asta Tinggi Sebagai Bukti Kekayaan Budaya Madura AbstrakMadura adalah satu wilayah di Jawa Timur yang memiliki kekayaan dan keragaman budaya yang sangat komplek. Berbeda dengan masyarakat Jawa pada umumnya, masyarakat Madura memiliki latar belakang primordial yang berbeda. Masyarakatnya yang termasuk dalam kelompok Ladang dan Maritim1, memiliki karakter yang terbuka. Bahkan budaya asing yang dianggapnya cocok dengan dirinya akan dianggap sebagai miliknya. Akibatnya dapat diamati bahwa pengaruh budaya luar menjadi bagian dari budaya lokal yang ada. Beberapa budaya dapat dilihat melalui karya karya dalam banyak bidang. Kuliner, mode, bahasa, arsitektur bahkan sampai kepada ragam hias yang digunakan. |
|
Last Updated ( Wednesday, 08 October 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Arief Sabaruddin
|
|
Monday, 06 October 2008 |
Arsitektur Suku Talang Mamak - Kajian Morpologi dan Pola Pelestarian Nilai-nilai Budaya AbstrakDilatarbelakangi oleh belum efektifnya penanganan relokasi permukiman masyarakat terpencil oleh Pemerintah, banyak perumahan yang ditinggalkan oleh masyarakat sebagai indikasi belum efektifnya pole relokasi. kajian ini menggali pendekatan pelestarian yang diangkat dari nilai-nilai sosial-budaya dan kondisi lingkungan dari kelompok masyarakat yang selama ini telah termarjinalkan, persoalan yang tampak adalah permasalahan sosial, yang disebabkan oleh keterdesakan ruang kehidupan yang selama turun temurun telah berlangsung tergeser oleh tuntutan kapitalis dari luar. Kajian in telah menghasilkan pola pelestarian permukiman suku Talang Mamak yang digali dari nilai-nilai lokal untuk diwujudkan dalam tiga peberdayaan yaitu: lingkungan, sosial, dan ekonomi. |
|
Last Updated ( Wednesday, 08 October 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 10 |